KAJIAN TAUHID BERSAMA UST. H. MOHAY ATTALY


Semua amal perbuatan memiliki nilai, apakah nilai duniawi ataukah nilai ukhrawi. Berapa banyak amalan yang dilakukan yang secara agama terlihat merupakan amalan duniawi namun dalam kenyataannya amalan tersebut bernilai ukhrawi. Dan berapa banyak amalan yang secara agama terlihat merupakan amalan ukhrawi namun dalam kenyataannya amalan tersebut bernilai duniawi. Bagaiamana bisa demikian? Jawabnya adalah tergantung kepada niatnya...

Niat dalam Islam memiliki posisi strategis dan merupakan pilar utama terbangunnya sebuah amal. Bila salah dalam menentukan  niat maka hampir dipastikan semua amalannya akan rusak binasa. Begitu pula bila benar dan lurus dalam menentukan niat, maka Insya Allah akan terbangun sebuah amal yang luar biasa baik secara duniawi maupun ukhrawi.

Niat yang seperti apa yang lurus dan benar tersebut??? Tentunya niat yang hanya disandarkan semata - mata karena Allah bukan yang lainnya. Di sinilah suatu amal memiliki bobot dan nilai serta berkualitas di hadapan Allah Ta'ala.

Pantas kalau Rasulullah SAW mengatakan dalam sabdanya, Innamal a'maalu binniyyaat, wa innamaa likullim ri'in ma nawaa...

Sesunguhnya semua amala perbuatan itu tergantung kepada niatnya.

dalam sebuah ungkapan dikatakan : maa kaana lillah yatimmu wamaa kaana lighoirillah yanhadimu...apa saja yang dilakukan dikerjakan karena Allah maka akan sempurna hasilnya. Dan apa saja yang dikerjakan dilakukan karena selain Allah maka akan binasa dan hancur lebur......